Kajari Indramayu Ingatkan Jangan Main -main dengan Bansos

Umum

Lensapendidikan.com – Indramayu

Kepala Kejaksaan Negeri Indramayu, Denny Achmad, memberikan kode keras agar seluruh pihak tidak bermain-main dengan bantuan sosial (bansos).

Di masa pandmei Covid 19, kata dia, bansos menjadi agenda pemerintah paling penting dalam menanggulangi kesulitan masayarakat terdampak.

Oleh karenanya, Denny meminta seluruh penyelanggara kegiatan bansos ikut mensukseskan program tersebut dengan tidak melakukan penyelewengan dan penyalahgunaan.

“Kami minta peran aktif masyarakat agar melaporkan setiap tindakan penyelewengan atau penyalahgunaan bansos. Kami, tentu saja Pemkab Indramayu, dalam hal ini Inspektorat, akan merespon setiap laporan yang kami terima itu,” tegas Denny, Rabu 18 Agustus 2021.

Denny mencontohkan, pihaknya telah melakukan penelusuran sekaligus pemeriksaan bersama Inspektorat Kabupaten Indramayu atas adanya laporan warga melalui media.

Tanpa menyebutkan penyelenggara penyaluran bansos, Denny mengatakan bahwa jika dari hasil pemeriksaan Inspektorat ditemukan pelanggaran dan potensi kerugian negara, maka kasusnya akan didalami lebih jauh.

“Ada laporan yang program BPNT,kami telusuri dan bersama Inspektorat terus melakukan pendalaman. Kami tidak main-main, karena bansos adalah amanat yang harus sampai kepada KPM (Kelaurga Penerima Manfaat) tanpa sedikit pun dikurangi atau diakal-akali,” pungkas Denny.

Dalam perkembangan yang sama, lantaran minimnya jumlah petugas pengawas dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Indramayu ternyata membuka peluang oknum pemilik e-Warong (Elektronik Warung Gotong Royong) melakukan pelanggaran dan berbuat curang.

Pemilik e-Warong adalah pihak yang ditunjuk untuk menyediakan dan menyalurkan kebutuhan pokok program bansos BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) kepada KPM.

Sayangnya, beberapa oknum pemilik e-Warong di Kabupaten Indramayu malah ditengarai melakukan pelanggaran dan berbuat curang.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, Boy Billy Prima mengungkapkan sepanjang awal tahun 2021 ditemukan adanya pelanggaran dan praktik curang oknum pemili e-Warong di Kabupaten Indramayu.

Ia pun melakukan tindakan tegas dengan menerbitkan rekomendasi kepada pihak BNI, bank yang ditunjuk pemerintah untuk BPNT, agar membekukan e-Warong nakal tersebut.

“Sepanjang tahun 2021 ini sudah belasan e-Warong yang dibekukan karena melakukan pelanggaran dan kecurangan,” ungkap Boy. belum lama ini.(Alan Wr)

Share and Enjoy !

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published.