Kisah Jurnalis Mimika Liput PON Papua

Entertainment

lensapendidikan.com – Timika

Meliput agenda besar dan bersejarah adalah impian semua para jurnalis. Hadirnya Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua menjadi kesempatan emas bagi para jurnalis untuk menambah pengalaman. Apalagi PON adalah event olahraga tertinggi di Indonesia. Para jurnalis Mimika pun akhirnya bisa terlibat langsung dalam peliputan PON Papua.

Yosefina Daidore, wartawan Salam Papua yang masuk dalam peliput PON Papua Klaster Mimika merasa sangat bangga bisa mendapatkan kesempatan emas ini. Selama ini, event berskala nasional terpusat di wilayah barat Indonesia tapi bukan tanpa kebetulan bisa terlaksana di wilayah paling ujung timur Indonesia yaitu Papua.

Yosefina yang kebetulan ditugaskan meliput pertandingan cabang olahraga (cabor) terbang layang mengaku akses untuk mendapatkan informasi sangat mudah. Masuk venue juga dipermudah. “Akses masuk venue dan wawancara mudah. Di lapangan aman dan nyaman, fasilitas hingga konsumsi terjamin. Pokoknya terbaiklah,” katanya kepada tim InfoPublik dan Media Center Kominfo PON Papua Klaster Mimika, Senin (11/10/2021).

Elia Soenari atau Evan, juga menyatakan hal yang sama. Meliput PON kata dia, adalah kesempatan yang sangat langka. “Terlibat dalam tim humas PPM bagi saya adalah sebuah kepercayaan. Terima kasih juga buat Kominfo Pusat yang telah menyediakan fasilitas lengkap bagi wartawan yang meliput kegiatan PON. Jaringan internet yang kencang juga konsumsinya,” ujar Evan.

Sementara Sitha, wartawan pojokpapua.com mengaku meliput PON Papua di Mimika merupakan pengalaman yang berharga. Selama ini terbiasa dengan liputan berita seremonial atapun wawancara narasumber secara langsung.

Meliput PON berbeda bahkan bagi Sitha, liputan olahraga memiliki tantangan tersendiri. Sitha yang ditugaskan meliput pertandingan basket di Mimika Sport Complex (MSC), harus mengikuti dan menyaksikan pertandingan sejak awal hingga selesai.

Tapi lelah tidak terasa, karena dengan menyaksikan pertandingan bahkan ikut larut dalam euforia membuatnya sebagai wartawan tidak merasa jenuh dan bosan. “Sungguh pengalaman meliput pertandingan basket ini akan menjadi pengalaman berharga ke depannya sebagai wartawan. Agar kelak juga bisa menulis berita olahraga dengan lebih baik,” katanya.

Dikejar deadline tentu menjadi tuntutan setiap wartawan. Tapi dengan memanfaatkan teknologi, semuanya bisa dikerjakan lebih cepat dan langsung dikirim ke editor. Jaringan internet yang memadai selama PON kata dia sangat menunjang pekerjaan jurnalis yang meliput PON.

“Pesan saya untuk pertandingan olahraga skala nasional yang diselenggarakan empat tahun sekali ini, semoga di 2024 pada PON XXI, bisa berlangsung lebih sukses lagi dan kami wartawan bisa diberi kesempatan lagi untuk meliput momen berharga serupa,” katanya.

PON ini juga menjadi momen bagi para wartawan dari semua daerah di Indonesia bisa bertemu dan berbagi pengalaman. Selepas meliput agenda, para jurnalis melepas kepenatan dengan nongkrong di Media Center Kominfo PON Papua Klaster Mimika sambil menyelesaikan tugas. Ada yang menulis naskah, edit video menggunakan fasilitas komputer yang sudah disiapkan.

(Teks dan Foto: Selvi/Tim Media Center Kominfo PON Papua Klaster Mimika)

Share and Enjoy !

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published.