Bisnis Seragam Di Koperasi SMKN Indramayu , Terkesan Paksa Orang Tua Siswa

Breaking News

Lensapendidikan.com – Indramayu,

Bisnis seragam sekolah sangat diminati oleh sejumlah Koperasi , lantaran adanya andil pihak Sekolah untuk mensupport perjalanan usaha .

Salah satunya di Kabupaten Indramayu ada sebuah koperasi yang bernaung di dalam sebuah Sekolah Negeri Menengah Kejuruan 1 Indramayu .

Atas nama Koperasi Pegawai Republik Indonesia ” Guru dan Pegawai SMKN 1 Indrmayu ” ( KPRI-Oikonomia) menurut sumber dari salah satu orang tua siswa baru jurusan Akuntansi Keuangan Lembaga (AKL) berkerja sama dengan sekolah supaya, para orang tua atau wali murid agar membeli seluruh perlengkapan sekolah di koperasi tersebut . Seragam sekolah terdiri dari baju olahraga, batik , atribut umum, atribut Pramuka, ordner raport bahkan jaminan asuransi pun semuanya dijual oleh Koperasi itu.

” Sementara baru saya cicil , penjualannya pun terkesan memaksa,” tuturnya kepada awak media pada , 10 Oktober 2021 .

Dari selembaran kertas penawaran untuk siswa baru perempuan , ini rincian biaya yang meski dibayar oleh orang tua murid terdapat 8 item diantaranya .

– Seragam batik 1 Stel seharga Rp240.000
– Seragam Olahraga 1 Stel seharga Rp220.000
– Seragam jurusan 1 Stel seharga Rp685.000
– Kerudung merk Rabani seharga Rp85.000
– Atribut Umum seharga Rp80.000
– Atribut Pramuka seharga Rp80.000
– Ordner Raport seharga Rp85.000
– Jaminan Sosial Peserta Didik seharga Rp75.000

Jumlah dari item itu, sebesar Rp1.565.000 ( Satu Juta Lima Ratus Enam Puluh Lima Ribu Rupiah ) . Sedangkan per Siswa Laki Laki dengan jurusan yang sama dipatok seharga Rp1. 465.000 ( Satu Juta Empat Ratus Enam Puluh Lima Ribu Rupiah ).

Diketahui surat selembaran, ditandatangi oleh Anik Andriyani selaku Ketua KPRI Oikonomia.

Upaya konfirmasipun telah dilakukan pada Rabu (17/11/2021) dengan menyambangi SMKN 1 Indramayu . Disampaikan melalui Anggi , diruang penerimaan tamu ,bahwa kepala Sekolah, Yayat Hidayat dan Wakasek Kesiswaan beserta Humas sedang ada kesibukan yakni, menerima tamu tim asesor . ” Mas kayanya lama kalau ditunggu ,” kata dia .

Bahkan, awak media sengaja menuliskan nomor telepon pada buku tamu agar dihubungi guna dilakukannya wawancara namun, hingga berita ini diterbitkan belum menerima kabar . ( Alan Wr)

Share and Enjoy !

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published.