530 views

Dosen Fakultas Pertanian Memberi Pelatihan Budidaya dan Pengolahan Jamur Tiram

Breaking News

lensapendidikan.com – Aceh

Dosen Program Studi Agroekoteknologi Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh memberikan pelatihan cara budidaya dan pengolahan jamur tiram kepada ibu-ibu Gampong Masjid Kecamatan Syamtalira Aron Aceh Utara (20/11/2021). Usaha budidaya jamur tiram karena dapat memberdayakan masyarakat dari segi ekonomi maupun kebutuhan gizi keluarga. Jamur tiram merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki kandungan gizi yang tinggi, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan serat
Pelatihan ini bertujuan untuk bertujuan memberikan pelatihan dan pendampingan teknik budidaya dan pengolahan, dan cara memasarkan hasilnya. Kegiatan ini dihadiri oleh 20 ibu-ibu dari Gampong masjid. Kegiatan yang diketuai oleh Dr. Ir. Rd. Selvy Handayani, M.Si. juga dihadiri oleh anggota yakni Usnawiyah, S.P., M. P, Dr. Ismadi, SP., M.Si., Zurrahmi Wirda, SP., M.P., Khaidir, S.Si., M.Si., dan Dewi Sartika Aryani, SP., M.S. Pelatihan ini juga mendatangkan dua narasumber dari luar Unimal yaitu Safwandi, S.P. dan Widia.

Dalam kegiatan ini dijelaskan bagaimana membudidaya jamur merang dari awal sampai pemasaran. Jamur tiram itu mudah dibudidayakan dan memiliki pasangsa basar yang sangat bagus sehingga harganya tergolong mahal. Di pasaran, harga satu kilogram antara Rp35.000-Rp50.000. Sehingga jamur tiram konsumen jamur tiram ini adalah kaum menengah ke atas.

Demikian paparan dari Safwandi, S.P. selaku narasumber yang saat ini juga sedang menempuh pendidikan pada Program Magister Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Unimal. Pemasaran jamur tiram dapat dilakukan secara mulut ke mulut, online, maupun ke pasar modern. Saat ini permintaan pasar belum mampu dipenuhi sehingga membuka peluang besar bagai UMKM untuk membudidayakan jamur tiram tambah Safwandi.

jamur tiram ini jga dapat dijadikan aneka makanan olahan seperti “jamur krispi dan nugget jamur”. Pengolahan ini diberikan oleh Ibu Widia selaku narasumber. Hasil pengolahan ini disukai oleh masyarkat karena dapat dijadikan cemilan maupun sebagai pelengkap menu makananan karena sarat akan manfaat dan khasiat.

Peserta pelatihan sangat antusias dalam mengikuti pelatihan yang diberikan karena ini merupakan ilmu baru bagi mereka meskipun sebelumnya sudah pernah mendengarnya namun tidak pernah memparaktekkannya. Ibu Nur Hayati selaku ketua kelompok ibu-ibu Gampong masjid mengharapkan “kegiatan ini sangat bermanfaaat sehingga diharapkan kepada Unimal dapat dilanjutkan pada masa yang akan datang sehingga ada keberlanjutan dan peserta menjadi lebih paham bagai mana cara budidaya dan pengolahan jamur tiram ini”.

Kegiatan ini tidak hanya menjelaskan bagaimana cara budidaya jamur tiram, tetapi juga bagaimana cara mengolah menjadi aneka produk seperti jamur crispy dan nugget. Kegagalan budidaya jamur sering kali karena petani tidak mengetahui seluk beluk budidaya. Dengan pelatihan ini, diharapapkan kemampuan petani semakin baik sehingga tingkat keberhasilan menjadi lebih tinggi. Di samping dijual segar, jamur tiram juga dapat diolah untuk berbagai kebutuhan sehingga nilai tambah dan pendapatan petani semakin tinggi sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani papar Dr. Rd Selvy Handayani, M.Si dalam sambutannya.

Di akhir kegiatan ini, masing-masing peserta diberikan satu baglog, wadah tanam tempat yang telah berikan bibit jamur dan bahan “jamur krispi dan nugget jamur” untuk dipraktekkan kembali di rumah masing-masing.

Share and Enjoy !

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *