399 views

Kampus Jantong Hate Masyarakat Aceh USK dan UIN Ar-Raniry Bersemi Kembali Merajut Momentum Bersejarah “ Robohnya Tembok Pemisah Kedua Kampus “

Breaking News

LENSA PENDIDIKAN – ACEH

( 01/12/2021).Doa Masyarakat Aceh akhirnya di ijabah oleh Allah SWT dengan bersatunya kembali Jantong Hate Masyarakat Aceh antara USK dan UIN Ar-Raniry dengan Berhasil Merajut Kembali Momentum Bersejarah “ Robohnya Tembok Pemisah Keduanya “ yang selama ini saling mencari alasan pembenar terhadap persoalan klasik perebutan lahan dan aset kedua kampus terkemuka Aceh di lokasi kota pelajar darussalam.

Sekilas kalau kita ingat peristiwa terakhir kala itu, dimana Universitas Syiah Kuala (USK) tiba –tiba membuat tembok pemisah jalan diantara kedua kampus tersebut. Sehingga peristiwa itu bukan saja mencoreng muka dunia pendidikan di Aceh tetapi juga melukai rasa perasaan rakyat Aceh saat itu, terhadap kampus kebanggaannya, peristiwa itu tidak dapat dibenarkan apapun alasan kedua Kampus Jantong Hate Rakyat Aceh.

Momentum peristiwa bersejarah Penandatanganan MoU antara Kampus USK dan UIN Ar-Raniry tadi pagi, Rabu (01/12/2021) diharapkan Awal Kebangkitan kembali Pendidikan Aceh ,khususnya Perguruan Tinggi di Aceh dengan menjunjung kembali makna dan nilai- nilai Ukhuwah, Soliditas dan Suri Tauladan dalam rangka mencapai cita – cita para pendiri bangsa di kampus Darussalam.

Kegiatan Penandatanganan MoU antara USK dan UIN Ar – Raniry berlansung di lapangan Tugu Kampus Darussalam Aceh. Adapun para pihak Stake Holders yang hadir adalah Wali Nanggroe YM Tgk. Malik Mahmud Al Haitar, Forkopimda Aceh dan Civitas Akademika Kedua Kampus tersebut.

Prof. Muhammad Siddiq Armia,PhD salah seorang Dekan Fakultas Syariah dan Hukum di Kampus UIN Ar-Raniry dan Beliau juga salah seorang Cucu Ulama Sepuh Aceh yang juga ikut serta hadir dalam momentum bersejarah penandatanganan MoU tersebut, beliau sangat bersyukur atas berhasil dicapainya kesepakatan bersejarah ini dan merasa terharu karena menjadi salah seorang yang ikut menyukseskan dan menyaksikan penandantanganan kesepakatan pada hari ini bersama kedua civitas kampus kebanggannya.

Karena “ Momentum bersejarah ini sudah dinantikan oleh masyarakat Aceh selama 30 Tahun lamanya, baru hari ini berhasil di capai “ Sebut Sang Prof. Siddiq di halaman Facebooknya sambil mengucapkan penuh rasa syukur.

Adapun diantaran beberapa butir kesepakatan MoU adalah Kedua Belah pihak (UIN Ar – Raniry sebagai Pihak Pertama dan USK Pihak Kedua) bersepakat merobohkan pagar pembatas yang telah dibangun di antara batas kedua kampus tersebut. Kemudian Poin dari ketiga Pasal tersebut dalam MoU yaitu Pasal 1, para pihak bebas menggunakan aset di tanah hak pakai sesuai sertifikat pemilihan lahan dan Pasal 2, garis singgung antara lahan pihak pertama dan pihak kedua diberi batas tanda yang jelas dalam bentuk sesuatu yang humanis dan memenuhi unsur estitika,dan sesuai dengan perundang-undangan serta menjadi tanggung jawab para pihak.

Sedangkan Pasal 3 berbunyi, Bangunan pihak pertama yang sudah berdiri dibongkar/eksisting berdiri di atas lahan pihak kedua berupa asrama putri dibongkar dan dihapus dari daftar aset karena terkena proyek pembangunan laboratorium kebencanaan. Untuk tindakan selanjutnya sebelum pengalihan pengajuan aset asrama putri oleh UIN Ar – Raniry kepada USK, maka pihak USK terlebih dahulu mengganti rugi lahan asrama putri melalui tukar guling lahan pengganti lainnya yang dibuktikan dengan surat ukur dan dikeluarkan Sertipikat oleh BPN dan Pemda serta unsur terkait lainnya. (M2)(M-GilangNawawi)

Share and Enjoy !

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *