319 views

Indonesia Minta Malaysia Bahas MoU Penempatan dan Perlindungan PMI

Breaking News

lensapendidikan.com – jakarta

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, menyatakan pemerintah Malaysia meminta sebanyak 32 ribu pekerja Indonesia yang akan ditempatkan di perkebunan sawit. Namun untuk saat ini Pemerintah Indonesia belum bisa memenuhi permintaan dari Malaysia.

Menurut Menaker, sikapnya tersebut sesuai arahan Presiden Jokowi yang menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia akan menyelesaikan terlebih dahulu Nota Kesepahaman (MoU) Penempatan dan Perlindungan Pekerja Domestik sebelum membuka penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Malaysia. MoU Penempatan dan Pelindungan Pekerja Domestik sudah habis sejak 2016.

“Nah, ini kan MoU sudah habis di 2016 dan harus diperbaharui. Kita lakukan pembahasan dan penandatanganan ulang untuk membangun tata kelola penempatan PMI. Payung hukum terkait dengan pekerja migran rumah tangga atau domestik harus diselesaikan dulu agar semua bisa teratasi,” ungkap Menaker saat menerima kunjungan Menteri Perusahaan Perladangan dan Komoditi Malaysia, Datuk Zuraida Kamaruddin di Gedung Kemnaker Jakarta, Minggu (5/12/2021).

Menurut Menaker, persoalan penempatan PMI di Malaysia tidak hanya terkait perkebunan sawit, tapi sektor lainnya terdapat persoalan yang jauh lebih besar, yaitu menyangkut pekerja domestik.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa terdapat beberapa isu ketenagakerjaan lainnya yang harus dibahas terlebih dahulu terkait penempatan PMI ke Malaysia. Hal itu untuk memastikan agar Pemerintah Malaysia dapat memberikan pelindungan bagi PMI di semua sektor yang lebih baik lagi.

“Nah, ini harus selesai dulu. MoU ini harus ditandatangani, baru masalah lain mengikuti itu. Kami ingin agar pelindungan pekerja migran kita lebih baik lagi dan lebih diseriusi,” ucapnya.(M-GilangNawawi)

Share and Enjoy !

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *