174 views

Kendala Jadi Tantangan Pemerintah Membangun Menara BTS di Daerah 3T

Breaking News

lensapendidikan.com – jakarta

Membangun Menara Base Tranceiver Station (BTS) di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dinilai memiliki lebih banyak kendala yang harus dihadapi daripada di daerah lain.

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Anang Latif, menjelaskan, di daerah 3T, kendala yang ditemui petugas dalam membangun BTS, biasanya terkait tidak tersedianya infrastruktur dasar.  

“Ya ini PR (Pekerjaan Rumah)-nya luar biasa sekali ya. Kalau (ibarat) soal ujian, ini soal essay yang paling susah dan waktunya pun biasanya enggak cukup, ini seperti itu,” ujar Anang Latif dalam acara Penandatangan Pinjam Pakai Lahan Pembangunan BTS USO Bakti 2021di Jakarta pada Senin (13/12/2021).

Lebih lanjut Direktur Utama BAKTI Kominfo menjelaskan, kendala tersebut antara lain lokasi yang kecil atau letaknya sempit dan tidak ada akses jalan menuju lokasi yang disiapkan oleh Pemerintah Daerah.

Selain itu, kata dia, di lokasi tersebut biasanya tidak tersedia listrik untuk membangun dan mengoperasikan Menara BTS, sehingga BAKTI Kominfo harus menyiapkan genset sendiri.

“ini sebuah tantangan susah, tapi kami tidak menyerah di sini. Kami tetap  mengupayakan (mambangun BTS) dan ini tentu akan berhasil kalau ini fasilitas jadi tanggung jawabnya Pemerintah Daerah sebagai pemilik lokasi di daerah tersebut,” katanya.

Menurutnya, pembangunan Menara BTS di daerah terpencil tetap harus dilaksanakan untuk menunjang akselerasi transformasi digital, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

Dengan adanya infrastruktur telekomunikasi, seperti BTS, lanjut dia, transformasi digital baru bisa dilaksanakan untuk mengerek ekonomi daerah setempat.

Untuk itu, Direktur Utama BAKTI Kominfo mengapresiasi upaya Pemerintah Daerah (Pemda) di daerah 3T yang telah berkolaborasi dengan pemerintah pusat dengan menyiapkan lahan seluas 400 meter persegi sekaligus izin mendirikan bangunan (IMB) untuk pembangunan BTS.

“Kami di pusat pun diberi fasilitas kebebasan untuk membangun proyek ini di tengah desanya agar bisa menjangkau seluruh populasi warganya, karena prinsip kami saat ini menggunakan satu desa satu tower yang bisa menjangkau kampung atau desa tersebut

Share and Enjoy !

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *