371 views

Rokok Naik Lagi, Sri Mulyani: Masih Lebih Rendah daripada Singapura dan Malaysia”

Breaking News

lensanpendidikan.com – jakarta

Harga rokok tahun depan bakal naik seiring naiknya tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok sebesar 12 persen tahun 2022. Harga per bungkusnya bervariasi dengan yang tertinggi Rp 40.100/bungkus (isi 20 batang). Untuk SKM golongan I, harganya mencapai Rp 38.100/bungkus. Kendati demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, harga rokok di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. “Harga jual rokok minimum di Indonesia dalam hal ini memang masih lebih rendah dari Malaysia dan Singapura kalau menggunakan US dollar atau purchasing power parity (PPP),” ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers, Senin (13/12/2021).

Baca juga: Tarif Cukai Rokok Naik 12 Persen pada 2022Bendahara negara ini mengungkapkan, harga rokok di Singapura mencapai 10,25 dollar AS atau Rp 150.238 per bungkus. Di Malaysia, harganya di angka 4,10 dollar AS atau Rp 60.097 per bungkus. Sementara di Indonesia, harganya hanya 2,09 dollar AS atau Rp 30.625 per bungkus.

“Untuk itu (kenaikan cukai tahun 2022 ditetapkan) 12 persen rata-rata. Namun (tarif cukai untuk rokok) yang mengunakan mesin lebih tinggi dibanding yang menggunakan tangan,” jelasnya. Harga SKM golongan I yang akan menjadi Rp 38.100 per bungkus di tahun 2022 menempatkan harga rokok RI di urutan ketiga termahal dibanding ASEAN-5. Dibandingkan Filipina, Thailand, dan Vietnam, harga rokok di dalam negeri masih lebih tinggi. Di Filipina, harga rokok 2,03 dollar AS atau Rp 29.772/bungkus, Thailand 1,92 dollar AS atau Rp 28.125/bungkus, dan Vietnam 0,93 dollar AS atau Rp 13.572/bungkus. “Kita lihat bahwa perbedaan harga rokok antar negara di ASEAN terjadi kemungkinan kebocoran di mana harga tertinggi biasanya menjadi vulnerable terhadap ilegal penyelundupan rokok yang berasal dari (negara dengan harga) rokok rendah,” sebut Sri Mulyani. Berikut ini besaran harga jual eceran (HJE) rokok untuk tiap golongan yang berlaku mulai 2022, baik per batang maupun per bungkus (1 bungkus isi 20 batang).

1. Sigaret Kretek Mesin golongan I (tarif cukai 985, naik 13,9 persen) HJE per batang: Rp 1.905 HJE per bungkus: Rp 38.100 2. Sigaret Kretek Mesin golongan IIA (tarif cukai 600, naik 12,1 persen) HJE per batang: Rp 1.140 HJE per bungkus: Rp 22.800 3. Sigaret Kretek Mesin golongan IIB 14,3 persen (tarif cukai 600, naik 14,3 persen) HJE per batang: Rp 1.140 HJE per bungkus: Rp 22.800 Sigaret Putih Mesin 1. Sigaret Putih Mesin golongan I (tarif cukai 1.065, naik 13,9 persen) HJE per batang: Rp 2.005 HJE per bungkus: Rp 40.100 2. Sigaret Putih Mesin golongan IIA (tarif cukai 635, naik 12,4 persen) HJE per batang: Rp 1.135 HJE per bungkus: Rp 22.700 3. Sigaret Putih Mesin golongan IIB (tarif cukai 635, naik 14,4 persen) HJE per batang: Rp 1.135 HJE per bungkus: Rp 22.700 Baca juga: Naik Mulai 1 Januari 2022, Ini Daftar Harga Rokok per Bungkusnya Sigaret Kretek Tangan 1. Sigaret Kretek Tangan golongan IA (tarif cukai 440, naik 3,5 persen) HJE per batang: Rp 1.635 HJE per bungkus: Rp 32.700 2. Sigaret Kretek Tangan golongan IB (tarif cukai 345, naik 4,5 persen) HJE per batang: Rp 1.135 HJE per bungkus: Rp 22.700 3. Sigaret Kretek Tangan golongan II (tarif cukai 205, naik 2,5 persen) HJE per batang: Rp 600 HJE per bungkus: Rp 12.000 4. Sigaret Kretek Tangan golongan III (tarif cukai 115, naik 4,5 persen) HJE per batang: Rp 505 HJE per bungkus: Rp 10.100
(M-gilang

Share and Enjoy !

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *