Madi lurah Desa Waru,arogansi kepada Wartawan dan LSM

Non Formal Umum

Lensapendidikan.com – Indramayu

pembangunan tembok penahan tanah (TPT) anggaran dana desa (DD) tahun 2021 tahap 3, diduga tidak sesuai regulasi yang ada di papan informasi sebelum di kerjakan pada saat itu,menurut aturan yang ada di papan informasi dibangun 2 sisi,namun pengerjaanya hanya dikerjakan memanjang 1 sisi saja,tepatnya di blok Longgoh desa Waru Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu,Jawa Barat.

Hal itu di tururkan oleh Bakri salah satu anggota LSM Penjara DPC Indramayu,pasalnya bangunan tersebut diduga tidak sesuai aturan yang ada,lalu Bakri mengadukan informasi ini
Ke Publik,beberapa pekan lalu.

Pada sabtu(08/01/2022),Kuwu Desa Waru Kardam saat di jumpai di kantornya oleh tim ia meminta beberapa media dan LSM untuk kroscek di lokasi pembangunan tembok penahan tanah (TPT), Kardam menjelaskan “semua media silahkan menulis dan melaporkan terkait pembangunan TPT ini, sesuai tufoksinya,kalau saya salah pasti akan dipanggil oleh pihak kejaksaan”. Ujarnya.

Diwaktu yang sama perangkat desa lainnya turut hadir yakni sekdes dan lurah, menurut keterangan lurah Madi dengan nada keras, dan gaya tanganya sambil menunjuk-nunjuk ke arah anggota LSM,lalu mengintervensi anggota LSM ”Bakri coba kamu Bicara…,menurut saya pengerjaan TPT ini sudah benar apa yang perlu dipermasalahkan,terkecuali di bangun asal-asalan”ucap Madi.

Menurut ketua Dpc Lsm Penjara Indramayu Winata memaparkan”Sangat menyayangkan sekali tindakan seorang perangkat desa yakni lurah Madi, yang harusnya bersinergi baik dengan LSM maupun dengan wartawan malah sebaliknya”tegas Winata.

Dari keterangan Kuwu atau Kepala desa Kardam bahwa” Madi sebagai perangkat desa di kaur umum yaitu Lurah desa Waru”ucapnya.

Dipaparkan oleh Ketua DPC LSM Penjara Winata bahwa LSM merupakan organisasi di luar pemerintah atau birokrasi, yang tugasnya membantu kinerja pemerintah dalam kegiatan kemasyarakatan dan juga sekaligus mengawasi jalannya pemerintahan agar tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan.

“Dari kejadian tersebut permasalahan ini akan ditindak lanjuti kerana hukum, agar meraka diproses secara hukum dinilai telah mengintimidasi anggota kami dengan gaya preman, supaya mereka tahu aturan dan tahu etika sopan santun”. Tegas Winata ketua DPC LSM Penjara.(Tim)

Share and Enjoy !

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published.