Plt. Sekdisdik Jabar, Yesa Sarwedi Tinjau Kesiapan PTM 100%

Pemerintahan

lensapendidikan.com – BANDUNG

Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Jawa Barat (Jabar), Yesa Sarwedi meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di SMAN 5 Bandung, Kota Bandung, Senin (10/1/2021). Yesa memastikan, mulai besok, Selasa (11 Januari 2022, red) sebagian besar sekolah sudah 100% PTM.

“Kita harap, semua sudah 100 persen karena beberapa sekolah masih bagi rapor. Kalau kondisi sesuai SKB 4 Menteri, seluruh persyaratan telah terpenuhi. Kalau di Kota Bandung, hampir semua, kecuali SMAN 5 Bandung dan SMAN 1 Bandung,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, belum terlaksananya PTM 100% di beberapa sekolah disebabkan masalah teknis, yaitu ketersediaan ruang kelas. “Beberapa ada perbaikan, jadi belum selesai direhabilitasi. Kecuali kalau kita mengizinkan ruang laboratorium atau ruang lain sebagai pengganti ruang kelas. Tapi, saya harap tetap di semester ini sudah 100 persen,” tuturnya.

Sesuai edaran yang disebarkan, lanjut Yesa, seluruh siswa diwajibkan mengikuti PTM. Artinya, tak ada penyebaran angket untuk mendapatkan izin dari orang tua siswa. “Karena, desakan untuk segara (melakukan) PTM kepada kementerian juga sebagian besar orang tua melihat bahwa anak-anaknya tak bisa belajar optimal jika pembelajaran jarak jauh (PJJ),” jelasnya.

Namun, Yesa menegaskan, bila ada kasus penyebaran Covid-19 di sekolah, pihaknya akan menghentikan sementara PTM di sekolah tersebut.

PTM 100% untuk Kelas XII dan XI

Sementara itu, Kepala SMAN 5 Bandung, Heru Ekowati mengatakan, PTM di sekolahnya dilaksanakan 100% untuk kelas XII dan XI. Sedangkan kelas X masih PJJ sebab delapan ruang kelas tidak bisa digunakan karena dampak pembangunan masjid. “Jadi, kendalanya teknis saja. Jadi untuk kelas XI nanti akan bergantian dengan kelas X,” ujarnya.

Sedangkan kelas XII, kata Eko, dioptimalkan untuk tatap muka karena waktu belajar hanya tersisa 3 bulan. Waktu PTM digelar sesuai aturan yang belaku, yakni 6 jam, dimulai dari pukul 07.00 hingga 12.00 WIB.

Pihaknya pun sudah membentuk satgas Covid-19 sekolah yang bertugas mengawasi pelaksanaan PTM sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Saat jam istirahat akan dijaga oleh guru. Anak-anak tidak boleh berkeliaran dan bergantian jika ingin ke toilet. Kantin tidak dibuka karena bisa membuat gerombolan. Kita anjurkan siswa membawa bekal sendiri,” jelasnya.

Heru menjelaskan, capaian vaksin untuk seluruh guru dan tenaga kependidikan SMAN 5 Bandung telah 100%. Sedangkan siswa mencapai kisaran 90%.

Ia pun mengimbau seluruh siswa untuk terus menjaga protokol kesehatan. “Saya sudah sampaikan ke siswa, meski sudah belajar 100 persen di sekolah, tapi harus tetap jaga prokes, tidak bergerombol, tidak berbagi makanan apalagi minum. Tetap belajar secara maksimal dengan memanfaatkan waktu dan kondisi yang sudah membaik ini,” pungkasnya.***

Share and Enjoy !

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published.