Cek dan Ricek Jadi Pedoman Membuat Siaran Pers

Breaking News

lensapendidikan.com – jakarta

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Philip Gobang, mengatakan diperlukan cek dan ricek dalam mencapai ketepatan, kecepatan dan keakuratan dalam menulis siaran pers yang diterbitkan oleh humas pemerintah.
       
Menurutnya, sudah selayaknya cek dan ricek dilakukan oleh humas pemerintah sebelum siaran pers di sebarluaskan kepada masyarakat, melalui media massa agar pemberitaan yang disampaikan ke masyarakat menjadi jelas.
           
“Modal cek dan ricek itu menjadi hal yang otomatis atau seharusnya dilakukan bersama untuk mencapai kecepatan, ketapatan dan keakuratan, menyampaikan informasi kepada masyarakat, ini menjadi pedoman. Sehingga ketika informasi itu didiseminasikan dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat,” kata Philip saat memberikan sambutan pada acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Siaran Pers di Depok, Jawa Barat, Kamis (27/1/2022).
           
Ditambahkannya, agar pemberitaan dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat, diperlukan juga pengemasan judul yang menarik, penggunaan kalimat dan bahasa yang baik untuk menggambarkan isi pesan pemberitaan atau siaran pers yang diterbitkan oleh humas kementerian/lembaga.
           
“Hal yang menjadi kunci dari siaran pers yang diterbitkan antara lain adalah menariknya judul yang merangkum semua isi apa yang menjadi pemberitaan,” ujar Philip.
           
Philip mengatakan, judul menarik adalah yang menggambarkan bagian tubuh secara lengkap. Artinya mempunyai kepala, tangan, badan kaki beserta aksesorisnya itu terlihat pada seluruh isi berita. Karena itu, melalui kegiatan bimtek diharapkan peserta yang berasal dari kehumasan di kementerian/lembaga dapat memperkaya ilmu dalam tugasnya sehari-hari.   
           
“Jangan hanya menampilkan salah satu anggota tubuh saja. Hanya kepala atau terlihat hanya tangan atau kaki saja. Mudah-mudahan dalam kegiatan ini para peserta dapat menambah ilmu sekaligus memperkaya pengetahuan bagaimana kita mengelola satu pemberitaan atau siaran pers yang menampilkan keseluruhan secara jelas dan jernih,” kata Philip.
           
Sementara itu, Direktur Pengelolaan Media, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Kominfo, Nursodik Gunarjo, dalam laporannya mengharapkan, melalui kegiatan bimtek para peserta yang berasal dari humas kementerian/lembaga dapat menghasilkan produk pemberitaan atau siaran pers yang baik.
           
Dikatakannya, tingkat keterbacaan pemberitaan dari media yang dikelola pemerintah masih rendah. Hal ini agar menjadi perhatian meskipun ada berbagai indikator penyebab salah satunya kualitas penulisan pemberitaan yang masih kurang   
           
“Tingkat keterbacaan masih rendah, secara kualitas kita masih kurang, yang perlu kita tingkatkan adalah menghasilkan produk bagus tidak hanya secara substansi tetapi juga style (gaya) yang akrab dengan publik,” ujar Nursodik.
           
Dilanjutkan Gunarjo, pemberitaan media yang dikelola pemerintah biasanya sangat kaku dan formal serta hanya menampilkan seremoni atau sebatas kegiatan saja. Sedangkan substansi kegiatan jarang sekali yang ditampilkan oleh media pemerintahan.
           
“Ini patut menjadi perhatian semua, karena itu pada hari ini kita selenggarakan bimtek untuk kawan-kawan. Tidak hanya sebatas teori namun juga akan ada praktik menulis siaran pers yang baik. Mudah-mudahan dari menulis yang baik menjadi kebiasaan baik

Share and Enjoy !

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published.