Desa Balawa Barito Timur Panen Singkong Tumpang Sari 7,44 Ton per Hektare

Breaking News

lensapendidikan.com – jakarta

Singkong merupakan komoditas unggulan di Kecamatan Paju Epat Kabupaten Barito Timur selain padi. Singkong yang ditanam secara tumpang sari bisa menghasilkan panen 7,44 ton per hektare.

Demikian dijelaskan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Barito Timur Trikorianto melalui Koodinator BPP Paju Epat Lukmanul Chakim usai pengubinan singkong di Desa Balawa, Selasa (1/2/2022).

Pengubinan merupakan istilah yang biasa digunakan oleh petugas pertanian maupun statistik untuk menghitung secara cepat dan sederhana hasil panen produk pertanian.

“Penanaman singkong hampir merata di seluruh wilayah Desa Balawa, meski demikian, banyak petani yang menanam dengan model tumpang sari sehingga ada komoditas singkong ditanam bersama dengan tanaman pangan lainnya seperti padi, kacang atau komoditas perkebunan lainnya,” jelasnya.

Lanjut dia, keunggulan penanaman dengan model tumpang sari di antaranya mengurangi risiko kerugian dengan hasil panen yang berbeda serta memaksimalkan potensi lahan milik petani.

“Ini hasil panennya cukup baik, sama seperti komoditas yang lain. Setelah panen ini petani mulai lagi mempersiapkan diri untuk musim tanam April – September,” lanjutnya.

Hasil panen singkong di Desa Balawa masih digunakan untuk kebutuhan lokal atau membuat olahan makanan skala rumah tangga yang kemudian dijual ke luar desa.

“Sementara ini masih diolah skala rumah tangga antara lain dibuat tapai dan keripik singkong

Share and Enjoy !

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published.