Tuntutan Pekerjaan, Menkumham Dilematis Sikapi Permintaan Suaka WNI

Breaking News

lensapendidikan.com – jakarta

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Hamonangan Laoly, menyatakan dilema dengan keinginan warga negara Indonesia (WNI) yang meminta suaka atau mengganti kewarganegaraan di luar negeri.

Hal itu disampaikan Menkumham melalui keterangan tertulisnya, usai rapat kerja bersama Komisi III DPR di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (2/2/2022).

“WNI yang meminta suaka di Jepang, ini memang dilematis. Banyak mereka yang pergi untuk mencari pekerjaan dan tidak memperoleh visa yang layak,” kata Yassona.

Menurut Yasonna, persoalan itu sudah pernah disampaikan Menteri Kehakiman Jepang kepada dirinya dalam kunjungan kerjanya ke Jepang.

“Karena menyangkut warga negara kita, saya kira itu juga menjadi domain Kementerian Luar Negeri,” katanya.

Yassona menegaskan bahwa mereka tetap menjadi WNI. Namun, kalau mereka sudah mengganti kewarganegaraan, sudah bukan menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Saya melihat itu tuntutan pekerjaan,” ujarnya.

Yasonna mengungkapkan hal yang sama terjadi di Korea Selatan. Menteri kehakiman negara itu telah melakukan konsultasi terkait dengan WNI yang meminta suaka politik.

“Di Korea Selatan, banyak warga negara kita yang bekerja di sana, habis visa, overstayer di sana, meminta suaka politik,” kata Yassona.

Yasonna menyebutkan terdapat sejumlah negara yang memiliki undang-undang. Selama pengajuan suaka, para WNI itu masih dapat bekerja.

“Kami akan berkomunikasi dengan Kemenlu tentang hal itu,” janji Yasonna.

Sebelumnya, anggota DPR RI M. Nurdin mempertanyakan penyelesaian terkait dengan WNI yang ingin mendapatkan suaka di Jepang tetapi ditolak oleh otoritas setempat

Share and Enjoy !

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published.