323 views

Kemenkes Minta Dinkes dan RS Antisipasi Kekurangan Nakes akibat Omicron

Breaking News

lensapendidikan.com – jakarta

Tingginya penambahan kasus COVID-19 varian Omicron, membuka peluang tertularnya tenaga kesehatan (nakes) di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), semakin banyak.

Maka dari itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta dinas kesehatan provinsi/kabupaten dan seluruh direktur rumah sakit (RS), untuk menjamin keberadaan tenaga kesehatan (nakes) di tempat pelayanan kesehatan di daerahnya.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmidzi, pada Minggu (13/2/2022) mengatakan, banyaknya nakes yang tertular dapat menyebabkan kondisi kontigensi hingga krisis nakes.

“Kondisi kontigensi nakes merupakan kondisi kekurangan nake yang masih dapat diatasi oleh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) melalui pengaturan sumber daya mamusia (SDM) sehingga tidak berdampak pada pelayanan kesehatan,” kata Nadia.

Sedangkan kondisi krisis nakes, lanjut Nadia merupakan kondisi kekurangan nakes yang terjadi di fasyankes sehingga berdampak pada pelayanan kesehatan.

Untuk strategi pemenuhan kebutuhan SDM kesehatan pada kondisi kontigensi dan krisis nakes dapat dilakukan melalui internal dan eksternal RS. Strategi internal RS dapat dilakukan dengan pengaturan jadwal shift, mobilisasi nakes dari unit lain untuk membantu pelayanan di layanan COVID-19.

Kemudian dilakukan juga penyediaan transportasi antar jemput dan akomodasi untuk staf, mengurangi/menunda layanan non emergensi, meningkatkan layanan telemedisin.

Perlu juga pelibatan dokter/nakes yang sedang menjalankan isolasi mandiri tanpa gejala dalam pelayanan melalui telemedisin (memberikan telekonsultasi pada staf atau pasien).

Kemudian, Nadia mengatakan memobilisasi penugasan khusus pada dokter yang bertugas di manajemen untuk membantu pelayanan (sebagai konsultan).

Lalu mobilisasi dokter di luar Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) COVID-19 untuk membantu tatalaksana pasien di bawah supervisi DPJP. Juga meningkatkan kompetensi petugas dalam perawatan isolasi terutama isolasi intensif.

Selanjutnya, strategi eksternal RS dilakukan dengan mobilisasi relawan (koas, PPDS), koordinasi dengan organisasi profesi dalam penyediaan tenaga cadangan untuk membantu. Memobilisasi nakes RS dari wilayah kasus COVID-19 rendah ke tinggi.

“Serta memobilisasi mahasiswa akhir di institusi pendidikan kesehatan terutama membantu dalam administrasi, memobilisasi tenaga kesehatan yang bertugas di non faskes/administrasi kesehatan untuk membantu merawat pasien COVID-19 (di payungi regulasi ijin praktek),” kata Nadia.

Nakes Konfirmasi Positif COVID-19

Nadia mengatakan bagi nakes yang terkonfirmasi COVID-19 baik asimptomatik atau gejala ringan dengan perbaikan gejala serta hilang demam lebih dari 24 jam tanpa obat, dapat kembali bekerja minimal lima hari setelah gejala pertama muncul (Hari ke-0).

Kemudian ditambah 2x pemeriksaan NAAT dengan hasil negatif selang waktu 24 jam. Nakes dengan risiko kontak erat atau terpapar COVID-19 yang sudah mendapat vaksin dosis ke-3 dapat kembali bekerja setelah hasil negatif pada hari ke-2 setelah terpapar.

“Nakes yang sudah mendapat vaksin dosis kedua atau belum divaksin dapat kembali bekerja jika tes NAAT negatif pada hari ke 1-2 setelah terpapar dan dapat diulang pada hari ke 5-7 dan tetap bekerja dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Nadia.

Sedangkan bagi nakes yang terkonfirmasi COVID-19 baik asimptomatik atau gejala ringan tidak ada pembatasan ketentuan, namun memprioritaskan nakes dengan kondisi tanpa gejala untuk kembali bekerja lebih awal agar dapat melakukan monitoring pasien di ruang isolasi.

Nadia menegaskan, hal tersebut harus berdasarkan persetujuan dari yang bersangkutan. Nakes dengan risiko kontak erat atau terpapar COVID-19 yang sudah mendapat vaksin dosis ke-3 dapat kembali bekerja setelah hasil negatif pada hari ke-2 setelah terpapar.

“Upaya ini kami harapkan segera dipersiapkan oleh setiap kepala dinas kesehatan provinsi/kabupaten dan direktur rumah sakit

Share and Enjoy !

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *