1,234 views

Program Penelusuran Disdik Kota Bekasi Berpotensi Mematikan Sekolah Swasta

Breaking News Pendidikan Dasar

Lensapendidikan.com – KOTA BEKASI

Penambahan Peserta Didik Baru (PDB) yang dilakukan setelah usai tahapan pelaksaan Penerimaan Peserta Didik Barau (PPDB) oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi berpotensi mematikan sekolah – sekolah swasta khususnya di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Kota Bekasi, pasalnya, kuota yang seharusnya menjadi bagian dari sekolah swasta tersebut dibabat habis oleh sekolah – sekolah Negeri milik pemerintah Kota Bekasi.  

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketum DPP MAPHP, John W Sijabat kepada awak media di kantornya di Tambun Selatan Sabtu (8/10/2022) lalu saat dimintakan tanggapannya terkait adanya keluhan beberapa orang tua murid yang mengeluhkan jumlah siswa/I dalam satu rombongan belajar di beberapa SMP Negeri Kota Bekasi yang dinilai melebihi kapasitas (overload).

Dikatakan John, pihaknya menerima keluhan dari beberapa orang tua siswa yang merasa khawatir dengan kondisi belajar mengajar di beberapa SMP Negeri Kota Bekasi yang diakibatkan sesaknya ruang belajar karena jumlah siswa/I nya dinilai melebihi kapasitas.

Kondisi tersebut bahkan terjadi di sekolah – sekolah favorit seperti SMP Negeri 18 Kota Bekasi di jln K.H Agus Salim No. 138 Kota Bekasi denga jumlah siswa/i kelas VII sebabnya 488 orang memiliki 9 rombongan belajar (rombel) sehingga tiap robelnya di isi 48 siswa/i.

Dilokasi yang sama tidak jauh dari SMP Negeri 1 yakni SMP Negeri 1 Kota Bekasi di jln. KH. Agus Salim No.78, Kota Bekasi dengan jumlah siswa/I kelas VII sebanyak 383 orang memiliki 9 rombel sehingga tiap rombel di isi 43 orang.

Sementara itu di lokasi lainnya yakni SMPN Negeri 13 Kota Bekasi di Perumahan Harapan Baru, Jl. Arbei No.1 Kota Bekasi dengan jumlah siswa/I sebanyak 486 orang memiliki 11 rombel sehingga tiap rombel di isi 46 orang.Ditambahkan John, berdasarkan hasil investigasi dan klarifikasi yang dilakukan di dapat informasi bahwa dari tiga SMP Negeri tersebut di atas siswa yang masuk dan diterima melalui program penelusuran ada sekitar 428 orang yang seharusnya mendaftar di SMP – SMP swasta yang ada disekitarnya.

Kondisi tersebut secara tidak langsung berpotensi membunuh SMP swasta yang ada di Kota Bekasi bahkan dapat dikategorikan merupakan praktek monopoli usaha penyelenggaraan Pendidikan yang dilakukan oleh negara dan hal tersebut merupakan pelanggaran sebagaimana diatur dalam Undang – undang RI Nomor : 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Tidak Sehat, sebab jika mengikuti aturan perundang-undangan, dari jumlah 428 Peserta Didik Baru yang mengikuti program Penelusaran Disdik Kota Bekasi tersebut, SMP swasta telah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan murid serbanyak 13 rombongan belajar dengan rincian : untuk jumlah rombongan belajar SMPN/MTs sebanyak 3 – 32 jumlah maksimum Peserta Didik per Rombongan sebanyak 32 siswa/i.  

“Ini artinya sebabnya 13 ruangan kelas milik SMP swasta yang ada di Kota Bekasi yang seharusnya berisi menjadi kosong, atau dengan kata lain Program Penelusuran Disik Kota Bekasi dapat dikategorikan sebagai praktek monopoli dalam usaha penyelenggaraan Pendidikan dan berpotensi untuk membunuh penyelenggaraan SMP yang dilakukan oleh masyarakat,” tegasa John.  

Ketika di konfirmasi, Disdik Kota Bekasi melalui Sekretaris Dinas menyatkan bahwa dasar pelaksanaan program penelusuran dalam pelaksanaan PPDB 2022 – 2023 adalah Perwal dan Kepwal Plt. Walikota berdasarkan DKTS dan SKTM.

Dipihak lain, guru Bidang Kesiswaan SMP Negeri Kota Bekasi, kepada awak media membenarkan dan mengakuai jumlah 488 siswa/I kelas VII yang di terima pada PPDB tahun 202 – 2023 termasuk adanya pelaksaan program penelusuran, karena Ia sendiri merupakan salah satu dari tim penyelenggara di SMP Negeri 1 Kota Bekasi. @ Erwin

Share and Enjoy !

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *