78 views

Gubernur DKI Jakarta Telah Pastikan 5 Obat Sirup Tercemar EG Ditarik dari Puskesmas

Breaking News

lensapendidikan.com – Jakarta

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memastikan lima obat sirup yang tercemar etilen glikol (EG) ditarik dari Puskesmas se-DKI Jakarta sesuai arahan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM RI).

Diketahui, kandungan tersebut diduga memicu kasus gagal ginjal akut misterius di RI.
“Di Puskesmas sudah,” kata Heru Budi Hartono di gedung PKK Melati Jaya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (21/10/2022).

Heru menyampaikan pihaknya akan menindaklanjuti surat edaran Kementerian Kesehatan terkait larangan mengonsumsi obat sirup. Edaran tersebut, kata dia, telah diterapkan oleh jajarannya mulai dari tingkat Provinsi hingga ke wilayah Jakarta.

“Sudah ada surat edaran dari Kemenkes, tentunya surat edaran itu ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan, Dinkes instruksikan ke bawah, untuk diikutkan dan BPOM kan sudah lakukan itu. Kita ikuti apa kebijakan dari pemerintah pusat,” jelas Heru Budi.
Sebelumnya, BPOM RI akhirnya merilis lima obat yang mengandung cemaran etilen glikol di luar ambang batas aman. Kandungan tersebut dicurigai sebagai penyebab gagal ginjal akut misterius di Indonesia yang menewaskan 99 anak.
Kebanyakan dari kasus yang dilaporkan terjadi pada balita. Adapun lima obat sirup temuan BPOM RI meliputi:
– Termorex Sirup (obat demam), produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.

– Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.- Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DTL7226303037A1, kemasan Dus, Botol Plastik @ 60 ml.
– Unibebi Demam Sirup (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL8726301237A1, kemasan Dus, Botol @ 60 ml.
– Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1, kemasan Dus, Botol @ 15 ml.

BPOM RI melakukan uji sampling pada 39 batch dari 26 sirup obat, tetapi tidak dirinci keseluruhan obat yang dimaksud, selain lima produk di atas yang diduga tercemar EG. BPOM RI menyebut obat tersebut berasal dari produsen dengan rekam jejak kepatuhan minim terkait aspek mutu obat.

“Terhadap hasil uji 5 (lima) sirup obat dengan kandungan EG yang melebihi ambang batas aman, BPOM telah melakukan tindak lanjut dengan memerintahkan kepada industri farmasi pemilik izin edar untuk melakukan penarikan sirup obat dari peredaran di seluruh Indonesia dan pemusnahan untuk seluruh bets produk,” beber BPOM dalam keterangan tertulis yang diterima lensapendidikan.com Kamis (20/10/2022).

“Penarikan mencakup seluruh outlet antara lain Pedagang Besar Farmasi, Instalasi Farmasi Pemerintah, Apotek, Instalasi Farmasi Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik, Toko Obat, dan praktik mandiri tenaga kesehatan,” sambung dia.

Meski begitu, BPOM RI memastikan belum ada kesimpulan pasti terkait cemaran EG dan DEG dengan pemicu gagal ginjal akut anak di Indonesia. Terlebih, berbagai kemungkinan seperti infeksi virus, bakteri Leptospira, dan multisystem inflammatory syndrome in children (MIS-C) atau sindrom peradangan multisistem pasca COVID-19 belum juga dikesampingkan.(GilangNawawi)

Share and Enjoy !

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *