106 views

Pekerja Proyek MPP Indramayu Tidak Kapok Kembali Membandel Tak Gunakan APD

Umum

Lensapendidikan.com – Indramayu.

Para pekerja Proyek Pembangunan Gedung Mall Pelayanan Publik Kabupaten Indramayu yang berlokasi di Jalan Gatot Gatot Soebroto kembali membandel. Walaupun sudah memakan korban jiwa, namun para pekerja kembali banyak ditemukan tida menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai syarat wajib keselamatan kerja.

Pantauan Koran Intijaya. com dilapangan, Selasa (1/11) pukul 10.02 WIB, ditemukan sejumlah pekerja tidak menggunakan APD. Padahal, para pekerja itu posisinya pada ketinggian di lantai 2 sedang mengerjakan ‘pengacian’ bangunan tembok tersebut. Selain tidak menggunakan helm penutup kepala dan sepatu, mereka juga tidak dilengkapi dengan APD penting lainnya seminal pengikat tubuh. Ini dikwatirkan jika terpeleset dan jatuh otomatis tidak bisa tertolong.

Pembangunan Lanjutan Gedung Mal Pelayanan Publik yang dipercayakan kepada kontraktor CV Abdi Citra Graha dengan nomor kontrak 640/4418//SPP/MPP/BBK/2022 ini padahal sedang dalam penyidikan Polres Indramayu atas meninggalnya pekerja disana.

Proyek MPP dengan nilai kontrak pekerjaan Rp 12.236.000.000,00 yang bersumber dana berasal dari APBD Kabupaten Indramayu pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dengan 155 hari kalender ini terkesan asal untuk mengejar target waktu.

Pantauan koran ini dilokasi kegiatan, proyek terkesan mengesampingkan Kesehatan dan keselamatan Kerja (K3) dengan ditemukan sedikitnya 3 orang tidak menggunakan APD. Padahal, dilokasi pekerjaan jelas tertulis himbauan K3.

“Maaf semua wartawan yang mau masuk dan ngambil gambar proyek sebaiknya ijin dulu ke Polres Indramayu, karena disini sudah dalam penanganan penyidik Polres. Silahkan wartawan diluar saja dan tidak boleh mengambil gambar didalam, “terang salah satu petugas jaga didepan pintu masuk utama MPP yang tak mau dibuka identitasnya.

Ketus Komite Advokasi Hukum Nasional Indonesia (KANNI) Kabupaten Indramayu, Chong Soneta mengaku prihatin atas ditemukannya sejumlah pekerja yang tidak menggunakan APD di proyek MPP Indramayu. Padahal, proyek tersebut sudah memakan korban jiwa karena salah satunya tidak mengindahkan K3, Selain itu, sangat dibayangkan proyek yang berada persis disarming kantor Disnaker Indramayu terkesan luput dari pengawasan dan dibiarkan terus beraktivitas tanpa ada pengawasan Dari pihak terkait.

“Kami mendesak pihak terkait agar mengawasi jalannya pekerjaan proyek MPP agar tidak menimbulkan korban jiwa yang baru, karena ini menyangkut keselamatan para pekerja. Kami juga mendesak agat pihak kepoisian untuk terus mengusut hingga tuntas atas masalah kerja disana, “tegas Chong Soneta.

Seperti diberitakan sebelumnya,
Proyek pembangunan lanjutan Mal Pelayanan Publik di jalan Gatot Subroto Indramayu memakan korban jiwa.

Seorang pekerja proyek pembangunan lanjutan Mal Pelayanan Publik Indramayu, Jawa Barat, B (34) menghembuskan nafas terakhir setelah terjatuh saat memasang papan cor beton di lantai dua, Sabtu (24/9) kemarin.

Korban tewas warga Desa Wanasaba, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon mengalami luka-luka parah di kepala akibat terlalu dari lantai 2 akibat kayu pengait yang diinjak korban patah, dan terjatuh yang mengakibatkan pendarahan serius dikepala.

Atas kecelakaan kerja ini, tim gabungan dari Reskrim Polres Indramayu langsung bergerak cepat mendatangi TKP untuk melakukan penyelidikan masalah tersebut. Tim gabungan yang dipimpin langsung Kanit Tipiter Unit II Polres Indramayu, Iptu Suripto sudah melakukan olah TKP untuk mengumpulkan bukti2 atas tewasnya pekerja MPP Indramayu. Bahkan, kabarnya Tim penyidik sudah jemput bola untuk mendatangi keluarga korban dirumahnya di Jalan Cirebon menggali keterangan atas kasus kecelakaan kerja ini, termasuk sudah memanggil pihak pelaksana dan penanggungjawab jawab proyek tersebut untuk diperiksa melengkapi berkas penyelelidikan.

“Kita tunggu saja dan sama-sama memantau perkembangan kasus kecelakaan kerja ini siapa yang akan ditetapkan menjadi tersangka,”jelas Chong Soneta.(Akan wr)

Share and Enjoy !

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *