208 views

Sudah Dinikahi, ko Dilaporkan Pencabulan, Ada Apakah

Umum

Lensapendidikan.com – INDRAMAYU

Ada-ada saja kelakuan wanita muda, sebut saja Bunga (17) asal Desa Arjasari Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Mereka nekad melaporkan suaminya sendiri, AF (19) Warga Desa Jumbleng Kecamatan Losarang dengan tuduhan pencabulan dan pemerkosaan di Polres Indramayu 2 bulan yang lalu. Hal ini terungkap setelah, Paman AF, Agung (46) membuka tabir masalah tersebut, Kamis (3/11) di kantor Biro Koran Intijaya.com Di Bojongsari-Indramayu. Agung tak habis pikir, bisa-bisanya Bunga melaporkan suaminya sendiri dengan tuduhan pemerkosaan.

Dijelaskan Agung, pada akhir September 2021 lalu, kedua pasangan ini menikah di tempat tinggal mempelai wanita di Desa Arjasari-Patrol. Saat menikah dihadiri Aparat Desa setempat yakni Kaur Kesra atau biasa disebut Lebe. Saat itu Lebe Desa Arjasari Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu diduga menikahkan ponakannya dan Bunga yang belakangan diketahui masih di bawah umur karena saat itu baru berumur 16 tahun.

Diceritakan Agung, pada awalnya, ponakannya Af (Laki – laki) alamat Desa Jumbleng Kecamatan Losarang dan Bunga (Perempuan) alamat desa Arjasari Kecamatan Patrol menjalani hubungan atas dasar suka sama suka. Lalu dari hubungan tersebut, Bunga hamil. Karena tuntunan keluarga Bunga, Af yang merasa pacarnya lantas keduanya sepakat untuk menikah pada 21 September 2022. Karena Bunga belum cukup umur, mereka dinikahkan secara sirih dulu untuk menghindari hal negatif, sekaligus sebagai pertanggungjawaban AF kepada Bunga. Saat itu keduanya menikah dirumah Bunga di Desa Arjasari.

Pada saat menikah di saksikan oleh kedua belah pihak keluarga termasuk wali nikah yakni bapak kandung Bunga hadir. Begitupun dari pihak orang tua mempelai laki-laki juga datang menyaksikan pernikahan keduanya.

Pernikahan keduanya tahun lalu sampai saat ini sudah dikarunia satu orang anak dan perjalanan rumah tangga baik-baik saja.

Namun petaka datang. Pasalnya, kini istri AF melaporkan suaminya sendiri ke pihak polisi unit PPA Polres Indramayu dengan tuduhan pemerkosaan, Dan sekarang Af sudah di tahan di Polres Indramayu. “Benar-benar lucu, laporan Bunga mengadukan suaminya sendiri AF dengan tuduhan pemerkosaan. Lagipula, laporan yang saya dengar, katanya pengajuan waktu kejadian perkara pada laporannya saat sebelum menikah. Tahu begini mah, sekalian jangan dinikahkan waktu itu, biarkan jadi aib, ini benar-benar lucu”jelas Agung.

Ditambahkan Agung, awalnya, keponakannya AF berkenalan melalui komunikasi aplikasi Whatsap dan janjian bertemu. Sesampainya ketemu Af dari desa Jumbleng diajak Bunga ke rumahnya (Arjasari-Patrol). Sesampainya disana lalu Af di tarik Bunga masuk ke kamar untuk melakukan hubungan badan, dan itu dilakukan atas dasar suka sama suka.

Menurut Agung, sekarang kasusnya berjalan di proses pihak kepolisian, bahkan sudah dilimpahkan Kejaksaan Negeri Indramayu. “Kami Hanya menuntut keadilan agar keponakan saya AF bisa dibebaskan. Jika pencabulan atau pemerkosaan yang dituduhkan sangat tidak rasional, mengingat keduanya sudah menikah, dan saat itu disetujui oleh kedua belah pihak keluarga.

“Saya pikir sudah selesai Dan sudah gaada masalah, kok sekarang malah kasusnya muncul, jangan-jangan ada pihak ketiga yang sengaja menunggangi sebagai provokator. Apalagi, saat pihak kami melakukan komunikasi dg pihak keluarga Bunga untuk menyelesaikan masalah ini, pihak disana sampe mematok angka 20 juta sebagai bentuk ganti rugi atau uang perdamaian, ini ada unsur pemerasan. Kami mohon agar pihak terkait bijak dalam memutuskan masalah hukum ini, “tegasnya.

Saat dihubungi wartawan, Kaur Kesra, atau Lebe Desa Arjasari, N melalui Whatsapnya, Kemarin, (02/11/2022) menepis bahwa yang menikahkan itu bukan dirinya melainkan keponakanya yaitu Sr. Dirinya pada saat itu, kehadiran dirinya hanya menemani saja dan bukan atas nama Pemdes.

“Memang benar Bunga dan AF sudah menikah, tapi yang menikahkan itu bukan saya. Kalau saya sih hanya menemani saja, dan itu kan sudah nikah satu tahun yg lalu, merekapun sudah punya anak, Kenapa sekarang kasusnya baru muncul. Lebih jelasnya tanyakan saja ke pak Kuwu Jamaludin atau ke pamanya Bunga saudara Ato”kata Lebe N.

Di tempat terpisah, Kuwu Desa Arjasari, Jamaludin mengaku tidak mengetahui ada pernikahan warganya antara AF dan Bunga. Jika benar, Jamaludin sangat menyayangkan adanya pernikahan di bawah umur yang kini terjadi kepada masyarakatnya.

“Adanya pernikahan itu, pihak pemerintah desa tidak mengetahui karena itu nikah di bawah tangan. Kami sangat menyayangkan karena keduanya masih remaja, dan belum mencukupi ekonomi keluarga,”jelasnya. (Alan wr)

Share and Enjoy !

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *