62 views

Indonesia Komitmen Lebih Ambisius Tingkatkan Target NDC

Breaking News

lensapendidikan.com – JAKARTA

Indonesia dipastikan berkomitmen lebih ambisius dalam meningkatkan target kontribusi yang ditetapkan secara nasional atau National Determined Contribution (enhanced NDC), yakni target capaian tujuan Perjanjian Paris, di tengah upaya pemulihan pasca-COVID-19 dan situasi ekonomi global yang dinamis.

“Pada kesempatan itu kami sampaikan komitmen Indonesia yang lebih ambisius yang disertai upaya terbaik dari langkah-langkah mitigasi domestik, dalam meningkatkan pencapaian tujuan Perjanjian Paris, dengan tetap memastikan prioritas nasional kami,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, dalam keterangan resmi yang diterima lensapendidikan.com terkait pada Sesi Talk Show “NDC Yang Lebih Ambisius”, di Sharm El Sheikh, Mesir, pada Minggu (6/11/2022).

Turut hadir sebagai narasumber Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Laksmi Dhewanthi; Chief Executive Officer Egyptian Environmental Affairs Agency, Ali Abo Sena; State Secretary of Climate Change, Sustainable Development and Innovation of the Ministry of Environment and Sustainable Development Republik Argentina, Cecilia Nicolini; dan COP26 Regional Ambassador to Asia-Pacific and South Asia, UK, Ken O’Flaherty. Jalannya talkshow dipandu oleh Penasihat Senior Menteri LHK, Effransjah.

Talkshow NDC menjadi acara pertama di Paviliun Indonesia, yang diselenggarakan bersamaan dengan COP 27 UNFCCC.

Menurut Menteri LHK, dalam Enhanced NDC, Indonesia memutakhirkan kebijakan penutunan emisi gas rumah kaca di sektor kehutanan dan lahan (FOLU Net-sink 2030) sebagai dasar menuju penyelarasan Strategi Jangka Panjang Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim 2050 (LTS-LCCR 2050) dengan visi mencapai emisi nol persen atau Net-Zero-Emission pada 2060 atau lebih cepat.

Peningkatan NDC dinilai menunjukkan peningkatan komitmen Indonesia melalui peningkatan target pengurangan GRK, peningkatan program, strategi dan tindakan dalam mitigasi, adaptasi, kerangka transparansi dan pengaturan cara pelaksanaan termasuk melalui penetapan harga karbon.

“Di sektor kehutanan, pembayaran berbasis hasil (RBP) telah diterima dari Green Climate Fund dan FCPF Carbon, begitu juga dengan komitmen dari Norwegia dan BioCF Carbon Fund,” ungkap dia.

Lebih lanjut Menteri Siti mengatakan, dokumen Enhanced NDC mencerminkan kebijakan, tindakan dan implementasi NDC yang diperbarui dengan target tambahan yang disumbangkan dan disepakati oleh semua sektor di kementerian terkait dan melibatkan partisipasi sektor swasta dan masyarakat lokal.

Selain itu, dalam Enhanced NDC, Indonesia menganggap adaptasi sama pentingnya dengan mitigasi, sebagaimana digambarkan dengan jelas dalam dokumen tentang peningkatan ekonomi, sosial dan mata pencaharian, ketahanan ekosistem dan lanskap.

“Kami juga ingin belajar dari semua narasumber dan peserta tentang aksi-aksi yang dilakukan di tingkat nasional untuk mencapai tujuan global, termasuk tantangan yang dihadapi dan peluang yang dapat digali,” kata dia menandaskan.

Share and Enjoy !

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *