126 views

Proyek Sangkuriang Betonisasi jalan di Jalan Pahlawan III Indramayu Diduga banyak Kecurangan

Breaking News

lensapendidikan.com – INDRAMAYU

Sejumlah Tokoh Masyarakat dan Aktivis LSM di Indramayu mengeluhkan pekerjaan pengecoran di Jalan Pahlawan III, Indramayu, Jawa Barat. Pekerjaan yang berada ditengah jantung kota itu diduga curang mengurangi volume pekerjaan dengan cara mengurangi volume ketinggian coran beton. Gilanya, dibeberapa titik terdapat beberapa lubangan yang diduga untuk dipersiapkan corring mengelabui petugas ukur dari dinas PUPR Indramayu.

Selain itu, proyek Dasung dari APBD Indramayu sepanjang 190 meter tersebut hanya dikerjakan dalam waktu semalam. “Ini pekerjaan luar biasa bisa diselesaikan dengan waktu semalem. Teringat proyek Sangkuriang yang kerjanya dibantu para Siluman Dan makhluk halus, “ungkap Ketua LSM KPK Nusantara Kecamatan Sliyeg, Andi Setiadi, Senin (26/12)

Menurutnya, proyek coran beton di Jalan Pahlawan III ini sangat janggal dan diduga asal. Setelah diukur, ketinggian coran tidak merata berkisar 7 CM-15 CM. Selain itu, proyek yang tanpa papan Informasi anggaran tersebut dianggap tidak jelas karena hasilnya sangat buruk “Lihat saja hasil coran betonnya bergelombang dan tidak berkualulitas. Saya menjamin, ini jalan cepet rusak karena dikerjakan asal dan tidak sesuai bestek, “tegas Andi.

Ditambahkan Andi, hasil pantaunnya baik saat leveling maupun pengecoran tidak mengindahkan Kesehatan Keselamatan Kerja (K3).

“Pekerjaan ini perlu diingatkan. Lihat saja, tidak ada satupun pekerja yang menggunakan APD (Alat Pelindung Diri). Ini sudah melanggar. Himbauan K3 itu mestinya diindahkan karena menyangkut nasib pekerja dan bobotnya sama dengan kualiatas kerja,”tunas Andi Setiadi.

Menurutnya, mengabaikan keselematan kerja sama dengan melanggar Peraturan Presiden ( Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 tahun 2012.

“Mestinya kalau itu proyek resmi Pemkab Indramayu yang menggunakan dana APBD, kasih informasi, pasang papan proyek yang menjelaskan anggaran biaya berapa, waktu pelaksanaan dan sumber anggaran dari mana, ini mah ga jelas seperti proyek Siluman, “tegas Andi.

Menurutnya, jika profesional mestinya pihak pelaksana memberikan pemberitahuan dulu kepada warga sekitar atau pemerintahan desa setempat yang punya wilayah dan tanggung jawab untuk dilibatkan sebagai bentuk keterbukaan publik.

“Kami akan protes dengan kegiatan proyek yang tidak jelas ini, kami akan berkirim surat kepada dinas terkait dan ke APH,”tegas Andi Setiadi.

Ketua(KANNI) Kabupaten Indramayu, Chong Soneta mengaku kesal dan sekaligus prihatin dengan adanya proyek ‘Siluman’ yang sudah dinilai curang dan tidak becus. Selain mengganggu warga setempat khususnya pengguna jalan Pahlawan III, proyek rehab itu seperti proyek siluman dimana pembangunan proyek yang terletak di jantung kota Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat tersebut tidak terpasang papan nama informasi proyek saat melaksanakan kegiatan pekerjaan, bahkan sama sekali semua pekerja tidak mengindahkan keselamatan kerja tanpa menggunakan APD.

“Kami sengaja mencari pelaksana proyek dilapangan untuk bertanggung jawab, tapi orangnya tidak ada terus dilokasi kerjaan,”beber Chong Soneta

Menurutnya, proyek yang di kerjakan tanpa menggunakan papan nama tersebut tentu saja tidak termonitoring dengan baik terkait besar anggaran dan sumber anggarannya, ini dapat mengakibatkan potensi adanya KKN dan tentunya merugikan uang negara dan pastinya merugikan rakyat. Apalagi dilapangan tidak ada pengawas dari dinas terkait. “Kalau saya itung, ini proyek habis 100 juta saja sudah bagus, padahal kabarnya anggarannya 190 juta lebih. “Ini sama dengan korupsi memperkaya diri sendiri, ini bisa jadi target kita di KANNI untuk diusut tuntas dan diseriusi agar ada efek jerah buat para pemborong nakal,”Kata Ketua (KANNI) Chong Soneta

Meski sering dipersoalkan publik, namun persoalan transparansi ini akan tetap saja terjadi dengan membiarkan dan mengabaikan hak publik tentang informasi, sehingga warga masyarakat setempat tidak mengetahui nilai besaran dan asal usul pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut .

“Ini peringatan keras untuk semua pihak yang tetkait jangan dianggap sepele masalah transparansi publik ini, “beber Chong soneta

Pelaksana kegiatan, F yang ditemui dilokasi pekerjaan menjelaskan, cepatnya waktu pekerjaan ini mengingat berlomba dengan situasi hujan. “Memang cuma tingginya 15 CM dan panjang 192 meter. Kita kerja profesional, karena kita juga dibayar oleh yang punya proyek, ini proyek teman saya, saya hanya pelaksana jadi harus sesuai target, “jelas F singkat. (Alan wr)Tim

Share and Enjoy !

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *