102 views

Siswa Keluarga Tak Mampu di Kota Bekasi Gratis Sekolah di SMP Swasta 2023 2024

Breaking News

lensapendidikan.com – KOTA BEKASI

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, melalui Dinas Pendidikan Kota Bekasi telah menandatangani Memorandum of Understanding (Mou), atau nota kesepahaman, dengan sejumlah SMP swasta di Kota Bekasi yang berada di bawah naungan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS).

Nota kesepahaman tersebut dilakukan dalam rangka pemberian subsidi dari Pemkot Bekasi kepada siswa yang berasal dari keluarga tak mampu, sehingga mereka bisa bersekolah di SMP swasta.

“Kami melakukan MoU dengan BMPS dan sekolah swasta, (yang isinya) kami memberikan bantuan kepada siswa dari keluarga yang kurang mampu. Jadi nanti sekolah swasta di Kota Bekasi siap menerima siswa yang kurang mampu ini di sekolahnya,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah, saat dikonfirmasi, Minggu (10/7/2022).

Dari 243 SMP swasta di Kota Bekasi, terdapat 165 sekolah yang menandatangani nota kesepahaman sehingga nantinya siswa kelas 6 SD yang hendak melanjutkan ke jenjang pendidikan kelas 7, atau masuk SMP, bisa bersekolah secara gratis.

Bahkan program tersebut, sambung Inayatullah, akan terus berlanjut hingga siswa itu selesai mengenyam bangku pendidikan SMP.

“Bayarannya gratis, uang pangkal, dan uang bulanannya. Nantinya akan dikasih subsidi dibantu oleh Pemkot Bekasi sampai anak tersebut lulus SMP. Dan saya harapkan sekolah swasta juga enggak narikin lagi uang pangkalnya,” ujar Inayatullah.

Kurang

Pemberian subsidi ini diharapkan bisa mengurangi masalah keterbatasan bangku SMP negeri se-Kota Bekasi, yang selalu terjadi dari tahun ke tahun.

Inayatullah menjelaskan, daya tampung SMP Negeri di Kota Bekasi hingga kini bahkan masih di bawah 40 persen dari jumlah siswa satu angkatan kelas 6 SD yang hendak menuju ke kelas 7.

“Jumlah angkatan dari kelas 6 ke kelas 7 itu ada 44.460 orang pada tahun ini. Sedangkan daya tampung SMP negeri hanya 13.000 kursi. Karena SMP Negeri di Kota Bekasi jumlahnya masih terbatas,” kata Inayatullah.

Pihaknya menargetkan 3.500 orang penerima bantuan subsidi ini, dengan total anggaran mencapai Rp15 miliar yang pendanaannya bersumber dari APBD 2023.

Inayatullah mengharapkan agar program tersebut bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh penerima manfaat, sehingga kualitas SDM di Kota Bekasi semakin meningkat.

“Sekarang sekolah negeri atau swasta sama saja. Jadi silakan bagi yang orangtuanya punya KTP Kota Bekasi, manfaatkan program ini agar anak-anak kita bisa terus bersekolah,” tandas Inayatullah

Sebelumnya Plt Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, saat ditemui di Masjid Al Barkah pada Minggu pagi, menyatakan program tersebut bertujuan agar siswa SD yang tidak lulus seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022-2023 bisa tetap sekolah, dengan mengenyam pendidikan di sekolah swasta.

“Jadi bagi warga masyarakat yang memang tidak memiliki kemampuan membayar untuk sekolah swasta, intinya pemerintah akan memfasilitasi,” ujar Tri pada Minggu (10/7/2022).

Bahkan Pemkot Bekasi, sambung Tri, telah menandatangani nota kesepahaman bersama sejumlah sekolah swasta terkait program tersebut.

Dengan program tersebut, anak-anak dari keluarga tidak mampu mendapatkan subsidi dari Dinas Pendidikan sehingga mereka bisa bersekolah di SMP swasta.

“Ada suatu MoU, kesepatakan bahwa sekolah swasta pun harus siap menerima warga masyarakat yang tidak mampu,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Dinas Pendidikan mempersiapkan anggaran sebesar Rp15 miliar dari APBD Kota Bekasi 2023, dengan target penerima subsidi sebanyak 3.500 siswa.

Subsidi yang diberikan setiap bulan kepada siswa tak mampu berkisar antara Rp100.000 – Rp150.000 per siswa. Kepastian besar subsidi akan ditentukan berdasarkan jumlah siswa tidak mampu yang menempuh pendidikan di sekolah swasta.

Subsidi tersebut diberikan khusus kepada warga tidak mampu yang berdomisili di wilayah Kota Bekasi berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Dinas Sosial Kota Bekasi.

Dengan adanya MoU ini, diharapkan sekolah swasta yang sudah berkomitmen untuk bekerja sama, tidak memungut uang pangkal atau uang gedung, dan SPP dari siswa tidak mampu.(GilangNawawi)

Share and Enjoy !

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *