244 views

Walimurid SDN I Terusan Kecewa,Bakal Adukan Pungli LKS ke Polres Indramayu

Breaking News

lensapendidikan.com – INDRAMAYU

Sejumlah orangtua dan walimurid di Sekolah Dasar Negeri (SDN) I Terusan Kabupaten Indramayu Jawa Barat mengeluhkan adanya pungutan sekolah untuk pembayaran lembar kerja siswa (LKS) yang dibebankan kepada mereka. Sebab menurut para walimurid dana LKS bagi siswa, sudah termaktub dalam dana BOS dan BOP yang diterima sekolah dari pemerintah.

BP (40) salah seorang walimurid SDN I Terusan, menjelaskan, besaran dana LKS itu sekitar 145.000, dengan jumlah 3-5 LKS untuk 5 mata pelajaran. Selain itu siswa juga diminta membeli buku LKS sebelumnya pada semester 1 seharga Rp 125.000. Jadi total biaya yang harus dikeluarkan orangtua dan walimurid persemester adalah Rp 145.000 dan 125.000, sekitar 270.000

“Kami sebenarnya keberatan. Tapi mau bagaimana lagi. Kalau kami protes atau keberatan, kami takut anak kami kesulitan dalam proses belajar di sekolah,” keluh BP, Sabtu (21/1)

Menurut BP pembelian LKS dan pembayarannya memang tidak langsung, bisa dicicil diberikan kepada guru kelas masing-masing, kemudian pihak sekolah atau pihak sekolah yang memberikan ke pengepul LKS toko V yang tokonya yang tak jauh dari sekolah.

BP menuturkan, banyak orangtua dan walimurid yang keberatan dan bertanya-tanya atas hal ini. Namun mereka tidak berani berbuat apa-apa dan menanyakannya ke sekolah karena merasa anak mereka masih bersekolah di sekolah itu dan takut mendapat intimidasi.

“Kami terpaksa beli saja. Kejadian beli buku LKS sudah sering kali, pada semester 1 suruh beli juga, sekarang suruh beli lagi. Jika dibiarkan Pungli ini bisa-bisa terus menerus terjadi, saya protes dengan Pungli LKS ini” kata BP yang anaknya duduk di kelas 5 SDN I Terusan.

PJ, orangtua siswa lainnya menduga cara sekolah meminta mereka membeli LKS dari toko V, adalah cara pihak sekolah untuk menutupi mereka telah melakukan pungli.

“Apapun alasannya, pembelian buku LKS ini sudah Pungli karena tidak berdasar dan tidak ada aturannya. Yang saya dengar malah ada surat edaran dari pihak Dinas Pendidikan atas Perbup tentang Larangan memungut apapun untuk sekolah dasar, apalagi pembelian buku LKS.

“Masalah ini akan kami adukan ke Polres Indramayu,”tegasnya.

Salah satu Guru di SDN I Terusan, Sunarto mengakui adanya pungutan untuk pembelian buku LKS di sekolahnya. Dari 234 jumlah muridnya, tidak semua sudah bayar, bahkan ada yang sama sekali belum bayar.

“Karena ada masalah, uang Pembelian LKS akan saya kembalikan dari dana BOS. Kalo BOS sudah cair, semua uang yang masuk akan dikembalikan penuh ke wali murid yang sudah terlanjur membeli buku LKS,”terang Sunarto.

Ditambahkannya, dengan fakta ini, pihak sekolah akan merugi. Pasalnya, buku LKS yang sudah terlanjur dipakai belajar siswanya, otomatis tidak bisa dikembalikan pada pihak toko V yang berlokasi dipasar Indramayu.

Pasalnya, buku sudah dalam keadaan tidak utuh sudah dicoret-coret, bahkan sudah ada yang rusak.

“Kalaupun kami tarik, paling bisa dijual kiloan. Daripada begitu, yah sudah buku kami Ikhlaskan untuk belajar murid, tapi uang pembelian LKS mah pasti dikembalikan, nunggu dana BOS cair, “tegas Sunarto yang juga mengakui sudah dipanggil pihak Disdik dan Inspektorat Kabupten Indramayu atas masalah pembelian buku LKS tersebut. (Alan wr)

Share and Enjoy !

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *