Petani pelasma kembali Datangi Kantor DPRD Kabupaten Pesisir Barat Krui Lampung Meminta Mafia Tanah Segera Ditangkap

Lensapendidikan.com – Krui

Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Barat Lampung Agus Cik dan Anggota DPRD Khoiril Iswan menemui Peserta aksi Demo dari ratusan petani Plasma Kebun Kelapa Sawit meminta dengan DPRD Kabupaten Pesisir Barat Menyikapi Tentang Konflik Lahan Kelapa Sawit, petani pelasma yang selama ini merasa di Rugikan oleh PT KCMU.

Perihal lahan Perkebunan kelapa sawit mereka tak kunjung ada Penyelesaian Terkait sengketa Lahan Mereka yang terjadi Dikleam oleh Perusahaan PT,KCMU, Ratusan Warga yang Mengatasnamakan Kumpulan Masyarakat Bersatu kembali Menggelar Aksi Damai di depan Kantor DPRD Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Rabu 31 05-2023.

“Kami menuntut agar Lahan Milik Masyarakat yang Di Kuasai oleh PT KCMU Dikembalikan,” ucap Nurzaman sebagai Koordinator aksi Damai.

Dikatakan, pada aksi Sebelumnya pada hari Senin (27/2/2023) yang lalu Pemerintah kabupaten Pesisir Barat sempat menyatakan akan Menyelesaikan Permasalahan Sengketa Lahan Kelapa Sawit Tersebut.

Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut penyelesaian Sengketa Lahan oleh Pemerintah Setempat.

Untuk itu, mereka kembali Menggelar Aksi mengadukan Nasibnya ke Wakil Rakyat untuk mendapatkan Keadilan yang Sebenarnya.

“Kami minta Permasalahan ini segera diselesaikan. Jangan dibiarkan Berlarut-larut terus seperti ini,dan Kami Masyarakat menunggu Kepastian dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat agar Persoalan ini dapat Terselesaikan dengan Baik,” yang mana Hak Masyarakat dapat di Kembalikan Kepada Pemiliknya Masing-masing.

Ada beberapa tuntutan yang mereka sampaikan Ke DPRD Kabupaten Pesisir Barat.

Di antaranya, yakni Menghentikan Seluruh Kegiatan PT KCMU dan menindak Tegas Pengusaha Nakal yang tidak Memiliki HGU dan izin Perkebunan Kelapa Sawit yang Merugikan Masyarakat Petani Sawit Ditiga kecamatan yaitu Kecamatan Pesisir Selatan Kecamatan Ngambur Dan Kecamatan Bengkunat.

Warga akan terus Mempertahankan Hak mereka karena Tanah yang dimiliki Masyarakat ditiga Kecamatan adalah Warisan dari Nenek Moyang mereka Patut dipertahankan.

Selain itu, mereka meminta agar pihak Penegak Hukum Mengusut tuntas dan menangkap mafia Tanah Perkebunan, karena dinilai Merugikan Pemerintah Daerah dan Masyarakat.

Menurutnya, maraknya Mafia Tanah yang terjadi di perkebunan Kelapa Sawit itu telah Meresahkan Masyarakat dan bisa menimbulkan Dugaan Perselisihan antara Masyarakat dengan masyarakat Pekerja akan dapat menimbulkan pecah belah kepada saudara sendiri karena pihak dari PT KCMU Membikinkan Surat Perintah Kerja ( SPK).”

Terkait Mafia Tanah bisa jadi Masyarakat dan PT KCMU Diduga sama-sama menjadi Korban.

Nur Zaman mengajak PT KCMU agar sama-sama melapor sengketa lahan agar permasalahan tersebut bisa diusut tuntas oleh aparat kepolisian.

“Masyarakat dan PT KCMU ini sama-sama korban dari mafia Tanah, Kami mengajak agar sama-sama melapor guna masalah ini bisa diusut tuntas,”Pungkasnya.(Roy).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *