Gawat Kepsek MTs Negeri 2 Kutip Uang Peringatan Hardiknas Rp 250 Ribu Persiswa

lensapendidikan.com Labuhanbatu- Gawat,Dalam situasi ekonomi Masyrakat yang sudah kewalahan Menghadapi hidup, namun apa yang dilakukan Kepala sekolah (Kepsek) Madrasah tsanawiyah (MTs) Negeri 2 Labuhanbatu Hj. Syarifah, S.Pdi dan jajaran nya Berani melakukan  pungutan liar (Pungli) Rp250 ribu per siswa.

 

Hal tersebut diungkapkan oleh sejumlah orang tua siswa kepada media bertepatan pada hari pendidikan nasional (Hardiknas), Kamis, 2 Mei 2024 di Rantauprapat.   Dijelaskan orang tua siswa inisial A bahwa pada hari Rabu, 24 April 2024 orang tua di undang rapat ke sekolah melalui komite sekolah, dan undang tersebut diundang melalui grup orang tua siswa oleh wali kelas.

 

Orang tua agar datang ke sekolah untuk menghadiri rapat, dengan tujuan akan mengadakan acara purna siswa, khatam quran dan leges ijazah dengan kutipan Rp250 ribu per siswa” kata salah satu orang tua murid yang minta namanya tidak ditulis.

 

Dijelaskannya, bahwa setelah rapat sebagian orang tua siswa keberatan dengan kutipan tersebut.   ” Dimana alasan ekonomi saat ini lagi sulit, dan tidak semua orang tua memiliki ekonomi yang mapan. Dan biaya untuk masuk sekolah lanjutan ke MAN/SMA/SMK membutuhkan biaya tinggi, seperti biaya masuk sekolah, baju sekolah, sepatu, buku dan peralatan sekolah lainnya” jelasnya diamini beberapa orang tua murid lainnya.

 

Lanjutnya, kami selaku orang tua siswa keberatan atas kutipan ini, dan kami minta agar meniadakan acara purna siswa yang kami duga sarat ajang pungli.   “Kami tidak setuju diadakannya acara purna siswa ini, dengan adanya pungutan liar tersebut” tegas mereka.

 

Sementara, Kepala sekolah MTs Negeri 2 Labuhanbatu, Hj. Syarifah, S.Pdi belum berhasil dikonfirmasi terkait kutipan uang sebesar Rp250 ribu per siswa tersebut.

 

Kakanwil  Kementerian Agama Sumut H.Ahmad Qosbi, S. Ag, MM belum dapat di konfirmasi terkait Pungutan liar (Pungli) yang di lakukan oknum Kepsek MTs Negeri 2 Rantau Prapat Kabupaten Labuhanbatu Hj. Syarifah S. Pdi.

 

Namun awak media ini akan menyurati Kakanwil Kementerian Agama Sumut terkait diduga ada nya praktek pungutan liar (pungli) yang di lakukan oknum kepala sekolah MTs Negeri 2.

 

Dikutip dari website resmi kemdikbud.go.id bahwa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menegaskan tidak mewajibkan penyelenggaraan kegiatan wisuda sekolah sebagai ajang pelepasan peserta didik yang lulus.  Hal tersebut disampaikan melalui Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Nomor 14 Tahun 2023.   Melalui surat edaran itu, Kemendikbudristek juga meminta kepala dinas pendidikan baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk melakukan pembinaan kepada seluruh satuan pendidikan di wilayahnya masing-masing untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kualitas layanan kepada peserta didik.   “Yang harus dilihat adalah esensi dari kegiatan wisuda. Apakah wisuda itu bekal untuk menggapai pendidikan yang lebih tinggi atau hanya sebagai budaya. Tetapi yang jauh lebih penting adalah meningkatkan kualitas pembelajaran dan kualitas layanan pendidikan kepada peserta didik,” pungkas Suharti. (Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *