News

Dua SSB Labuhanbatu Lolos 8 Besar Piala Soeratin, Siap Bawa Nama Daerah ke Tingkat Sumut

Labuhanbatu, Lensapendidikan.com: Kompetisi Piala Soeratin U-13 dan U-15 Zona Sumatera Utara 2 yang berlangsung di Kabupaten Labuhanbatu melahirkan empat tim yang berhak melaju ke babak 8 besar tingkat Provinsi Sumatera Utara.

 

Empat tim tersebut masing-masing terdiri dari dua tim kategori U-13 dan dua tim kategori U-15.

Untuk kategori U-13, tim yang memastikan tiket ke babak 8 besar yakni SSB Bima Rawang dari Kota Tanjungbalai dan SSB FKGOR dari Kabupaten Labuhanbatu. Sementara untuk kategori U-15, dua tim yang lolos adalah SSB Bima Rawang dari Kota Tanjungbalai dan SSB Bintara Muda dari Kabupaten Labuhanbatu.

 

Hal tersebut disampaikan Plt Ketua Askab PSSI Kabupaten Labuhanbatu, Hadi Khairul Azhar Sinaga, yang akrab disapa Adi Bento, saat ditemui di Lapangan PTPN III Janji, Desa Afdeling I, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (27/8/2026).

 

Adi Bento menyampaikan, keberhasilan empat tim tersebut menjadi bagian penting dari proses pembinaan sepak bola usia dini melalui kompetisi Piala Soeratin.

 

Terpisah, Ketua Panitia Piala Soeratin Zona Sumut 2, H. Abdul Karim Hasibuan, SH, MH, saat dikonfirmasi awak media melalui telepon seluler menjelaskan bahwa tim-tim yang lolos akan melanjutkan perjuangan pada babak 8 besar tingkat Provinsi Sumatera Utara.

 

Menurut Karim, kompetisi Piala Soeratin U-13 dan U-15 tingkat Sumatera Utara terbagi dalam empat zona. Zona 1 dilaksanakan di Kabupaten Langkat, Zona 2 di Kabupaten Labuhanbatu, Zona 3 di Kota Sibolga, dan Zona 4 di Pematangsiantar.

 

“Terima kasih kami sampaikan kepada PSSI Sumut yang telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Labuhanbatu sebagai tuan rumah Piala Soeratin Zona Sumut 2,” ujar Karim.

 

Ia juga mengingatkan para pemain dan tim yang berhasil lolos agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, persaingan pada babak 8 besar tingkat Sumatera Utara akan semakin ketat karena tim yang dihadapi merupakan tim-tim terbaik dari masing-masing zona.

 

“Kepada tim yang lolos ke babak 8 besar, tetap jaga kondisi dan jangan cepat merasa puas. Di babak 8 besar nanti, lawan yang dihadapi tentu lebih bagus dan persaingannya semakin ketat,” katanya.

 

Sementara bagi tim yang belum berhasil lolos, Karim meminta para pemain untuk tidak berkecil hati. Kekalahan dalam pertandingan, menurutnya, merupakan bagian dari proses pembinaan dan pengalaman bagi para pemain muda.

 

“Menang atau kalah dalam pertandingan sepak bola itu biasa. Bagi tim yang belum lolos, tetap semangat dan lebih rajin berlatih. Ini merupakan bagian dari pembinaan sekaligus menambah jam terbang adik-adik pemain,” ungkapnya.

 

Karim menegaskan, prestasi seorang pemain tidak hanya ditentukan oleh hasil pertandingan. Kedisiplinan, ketekunan dan kemauan untuk terus belajar serta berlatih juga menjadi modal penting untuk mencapai prestasi di jenjang yang lebih tinggi.

 

Ia turut memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, pemain, ofisial dan pengurus SSB yang selama pelaksanaan kompetisi mampu menjaga keamanan dan ketertiban serta menjunjung tinggi nilai sportivitas.

 

“Kami mengapresiasi seluruh peserta yang telah menjaga keamanan, ketertiban dan sportivitas selama kompetisi berlangsung,” ucapnya.

 

Secara khusus, Karim juga memberikan apresiasi kepada SSB Bintara Muda dan SSB FKGOR yang berhasil melaju ke babak 8 besar dan membawa nama Kabupaten Labuhanbatu ke tingkat Provinsi Sumatera Utara.

 

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu berkomitmen memberikan dukungan kepada kedua SSB tersebut dalam menghadapi pertandingan babak 8 besar tingkat Sumatera Utara.

 

“Harapan kita, SSB Bintara Muda dan FKGOR dapat terus memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama Kabupaten Labuhanbatu pada kompetisi tingkat Sumatera Utara,” pungkasnya. (Azi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *