Ramadan Sarana Penguat Karakter, Menteri Mu’ti Imbau Tingkatkan Kepedulian Sosial dan Lingkungan
Lensapendidikan – Jakarta
Memasuki malam ketiga Bulan Suci Ramadan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Abdul Mu’ti, memberikan ceramah di Masjid Istiqlal Jakarta, Jumat (20/2). Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Bulan Suci Ramadan sebagai momentum untuk meneguhkan keimanan, yang salah satunya dapat dilakukan dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan alam dan sosial.
“Manusia dianugerahi berbagai nikmat oleh Allah, mulai dari kesehatan, ilmu pengetahuan, kesempatan hidup, hingga kedudukan sosial. Manusia sebagai khalifah di bumi hendaknya untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat, serta berkewajiban menjaga kelestarian alam sebagai wujud keimanan kepada Allah,” ungkap Menteri Mu’ti.
Pada kesempatan itu, Menteri Mu’ti membahas secara khusus makna dari surah Al-Qashash ayat 77. Ia menyebut bahwa ayat tersebut mengajarkan tentang keseimbangan hidup untuk selalu berusaha meraih kebahagiaan akhirat, dengan tidak melupakan bagian dunia dan menjauhi perilaku yang menimbulkan kerusakan di muka bumi.
“Terdapat tiga prinsip utama dalam menjaga kelestarian alam, antara lain yaitu alam sebagai rezeki bagi manusia, sumber kehidupan yang harus dimanfaatkan secara bijaksana dan bertanggung jawab. Alam sebagai warisan generasi mendatang yang harus dijaga agar tetap lestari bagi umat di masa depan. Serta pelestarian alam sebagai wujud tanggung jawab moral dan spiritual manusia,” tuturnya.
Mengakhiri ceramahnya, Menteri Mu’ti mengajak seluruh jamaah untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan, membangun generasi yang mencintai alam, serta membiasakan hidup sederhana dan tidak melampaui batas dalam memanfaatkan sumber daya. “Menjaga alam bukan sekadar kewajiban sosial, namun juga bentuk nyata keimanan dan tanggung jawab terhadap masa depan umat manusia,” tutupnya.

